Sabtu, 27 Februari 2010

Hanya iseng saja.
Saat saya dibungkam dengan pemanasan tubes dalam bentuk tugas-tugas dan berbagai kekuncupan hidup lainnya, saya nemu video ini (berdasar unggahan dari temen di facebook).

Intinya sih, video ini menampilkan semacam grup akapela yang menyebut dirinya The Klein Four. Untuk
lagu di video ini, judulnya Finite Simple Group (Of Order Two).
Dari yang saya lihat, karya-karya mereka mempunyai latar belakang matematika. Dalam video ini, mereka membawakan sebuah lagu tentang kisah cinta yang abstrak dengan istilah eksak di matematika. Berikut ini :



Kalau tidak muncul, langsung ke TKP  saja.

Kalau kemampuan bahasa inggris masih reading, berikut ini liriknya :


Finite Simple Group (of order two)
A Klein Four original by Matt Salomone


The path of love is never smooth
But mine's continuous for you
You're the upper bound in the chains of my heart
You're my Axiom of Choice, you know it's true


But lately our relation's not so well-defined
And I just can't function without you
I'll prove my proposition and I'm sure you'll find
We're a finite simple group of order two


I'm losing my identity
I'm getting tensor every day
And without loss of generality
I will assume that you feel the same way


Since every time I see you, you just quotient out
The faithful image that I map into
But when we're one-to-one you'll see what I'm about
'Cause we're a finite simple group of order two


Our equivalence was stable,
A principal love bundle sitting deep inside
But then you drove a wedge between our two-forms
Now everything is so complexified


When we first met, we simply connected
My heart was open but too dense
Our system was already directed
To have a finite limit, in some sense


I'm living in the kernel of a rank-one map
From my domain, its image looks so blue,
'Cause all I see are zeroes, it's a cruel trap
But we're a finite simple group of order two


I'm not the smoothest operator in my class,
But we're a mirror pair, me and you,
So let's apply forgetful functors to the past
And be a finite simple group, a finite simple group,
Let's be a finite simple group of order two
(Oughter: "Why not three?")


I've proved my proposition now, as you can see,
So let's both be associative and free
And by corollary, this shows you and I to be
Purely inseparable. Q. E. D.

kalau yang masih cupu dan masih level reading, ini sudah saya google terjemahkan. Tapi ya, agak aneh,,,


Finite Simple Group (ketertiban dua)
Sebuah Klein Empat asli oleh Matt Salomone

Jalan cinta tidak pernah mulus
Tapi tambang terus-menerus untuk Anda
Kau terikat atas dalam rantai hatiku
You're my Aksioma Choice, kau tahu itu benar

Tetapi akhir-akhir ini hubungan kita tidak begitu baik didefinisikan
Dan aku tidak bisa berfungsi tanpa Anda
Aku akan membuktikan proposisi saya dan saya yakin Anda akan menemukan
Kami terbatas kelompok sederhana memesan dua

Aku sedang kehilangan identitas
Aku mulai tensor setiap hari
Dan tanpa kehilangan umum
Aku akan menganggap bahwa Anda merasakan hal yang sama

Karena setiap kali aku melihatmu, anda hanya quotient keluar
Setia peta gambar yang saya ke
Tetapi ketika kita satu-ke-satu Anda akan melihat apa yang saya tentang
Karena kita terbatas kelompok sederhana memesan dua

Kesetaraan kami stabil,
Sebuah cinta utama duduk jauh di dalam bundel
Tapi kemudian Anda mengendarai baji antara dua bentuk
Sekarang semuanya begitu complexified


Ketika kami pertama kali bertemu, kami hanya terhubung
Hatiku terbuka tapi terlalu padat
Sistem kami telah diarahkan
Untuk memiliki batas terbatas, dalam arti tertentu

Aku hidup di dalam kernel dari peringkat-satu peta
Dari domain saya, citra tampak begitu biru,
Karena semua yang saya lihat adalah nol, itu jebakan kejam
Tapi kami yang terbatas kelompok sederhana memesan dua


Aku bukan operator halus di kelasku,
Tapi kami sepasang cermin, aku dan kau,
Jadi mari kita berlaku pelupa functors ke masa lalu
Dan kelompok sederhana yang terbatas, kelompok sederhana yang terbatas,
Mari kita menjadi terbatas kelompok sederhana memesan dua
(Oughter: "Mengapa tidak tiga?")

Aku sudah membuktikan proposisi saya sekarang, karena Anda dapat melihat,
Jadi mari kita berdua akan asosiatif dan bebas
Dan dengan wajar, ini menunjukkan Anda dan saya untuk
Murni tak terpisahkan. T. E. D.



ada beberapa bait yang saya suka, yaitu bagian (dalam bahasa inggris)
I'm losing my identity
I'm getting tensor every day
And without loss of generality
I will assume that you feel the same way
 dan yang bagian ini :
I've proved my proposition now, as you can see,
So let's both be associative and free
And by corollary, this shows you and I to be
Purely inseparable. Q. E. D.
Tapi, secara umum, saya ng-like this lagu ini. Kalau gak terlalu suka, wajar, soalnya istilah-istilahnya asing semua. Tapi, dengan sedikit mikir,ngakak juga...
Mungkin, ada suatu saat nanti, muncul The Klein Four dari Informatika ITB.

Saya juga sudah mencoba mencari lagu-lagu mereka di internet, tapi kok gak ada. Mungkin, kalau ada yang punya, minta dunk...

Untuk informasi lebih lanjut mengenai The Klein Four,bisa cek di sini.

Minggu, 21 Februari 2010

BG Gotong Royong

Wow, kemarin ada satu proker mendewa yang dilaksanakan di Asrama Bumi Ganesha...

Proker alias program kerja dari Biro Kekaryawanan dan Pemeliharaan ini diberi nama Gotong Royong Akbar Satu BG. Di sini, semua penghuni dan capeng, beserta bantuan para karyawan dan bibi bahu membahu melakukan gotong royong. Agak lebay juga sih prolognya, tapi emang bener kok, semua menyatu, membersihkan asrama dari hal-hal yang kuncup, sehingga asrama jadi wow... nyaman... Lihat ini, sebagian dokumentasinya :
habis itu, ada yang tepar

Tapi, habis tepar, semangat lagi, soalnya ada RUJAKAN BARENG....

Bukti rujakan bisa membangkitkan semangat :

Akhirnya...


oh iya, numpang promosiin, yang buat rujak, para bibi-bibi... Kalau mau dibikinin, hubungi saya saja... (gak penting parah)

Dan tak disangka, saya nemu sebuah fosil yang merupakan bukti bersejarah
Ini adalah semacam ID-card untuk panitia kegiatan eksternal di BG, yang kebetulan waktu itu adalah try out. Lihat saja, masih hand-made dan diperbanyak dengan sebuah mesin dewa, "mesin fotokopi". Kalau kurang jelas, di pojok kanan atas, tertulis, 19 April 1998. Itu jaman saya masih SD kelas 2. Pas jamannya Ronaldo main di Inter. Pas lagi hot-hot nya lagu Ricky Martin buat Piala Dunia 1998. Pas jamannya Reformasi... (hari-hari terakhir Alm. Soeharto berkuasa).

Hahaha...
Ini hanya sekedar dokumentasi saja, foto-fotonya pun hanya via kamera HP saya, yang ada bar-code di layarnya. Daripada hilang ditelan zaman, ya kan? We will miss our familiness (maksudnya, kekeluargaan)

NB : bagi mas yang kena tanda lingkaran, maaf ya... Numpang dibekenin. Tar kalau gak rela, saya hapus deh

Kamis, 18 Februari 2010

Calciopoli versi Century

Tadi malam, saya nonton Top 9 News di Metro TV. Saya tertarik dengan salah satu berita tentang masalah Bank Century yang sedang menuju garis finish, setelah diobok-obok Pansus yang sempat dijadikan ajang hina menghina antar anggotanya. Di berita tersebut, dijelaskan tentang adanya lobi-lobi politik antar fraksi dalam menentukan sebuah keputusan final atas kasus Century. Yang menarik di sini, adalah cara para elit politk memandang sebuah masalah. Bayangkan saja, hanya dengan ngobrol-ngobrol di kafe, di jalan, atau sebagainya, bisa mengubah pendapat para anggota Pansus. Berikut kutipannya (sumber) :
Syarif kembali mengeluarkan lelucon segar. Menurutnya, lobi-lobi terus dilakukan demi mencapai kesepahaman. "Lagi jalan lobi, lagi makan lobi, telepon juga lobi, rapat juga lobi. Jadi all the time pasti lobi. Namanya mitra koalisi itu tidak boleh lepas," katanya.
Lihat, mungkin ini hanya sekedar lelucon. Tapi, kadang kala orang menutupi kebohongan atau lebih tepatnya menyamarkan fakta dengan lelucon semacam itu. Mungkin, kata beliau, itu sudah hal wajar dan lumrah, dengan embel-embel dinamika politik. Tapi, apakah adil, jika hanya dengan lobi-lobi sampah itu kemudian hati nurani mereka dipaksa mati. Lemah parah...

Selanjutnya, mungkin para wakil rakyat itu berargumen, ini semua demi koalisi. Tapi, semua itu kembali pada kebobrokan moral, lihat saja kutipan berikut ini  (sumber):




Tak hanya ancaman, iming-iming "kenikmatan" juga disuguhkan. "Ada yang ditawari menteri," masih mengutip Bambang.
 Jelas sekali, dimana ada kepentingan, di situ koalisi digalang. Yang tidak menjelang bakal ditendang.

Yang menarik lagi, ada istilah "skor" untuk merepresentasikan sikap fraksi-fraksi atas kasus ini. Misal saja tentang bail-out  (sumber):
Komposisi 7-2 pada pandangan awal membagi dua kubu fraksi di Pansus santer terdengar mulai bergeser. Kekuatan 7-2, terdiri dari 7 fraksi kontra-bail out dan 2 fraksi pro-bail out. Tujuh fraksi terdiri dari PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PAN, PKS, Gerindra, dan Hanura. Ketujuh fraksi ini menilai adanya unsur penyalahgunaan wewenang dalam kasus Bank Century. Dua fraksi lainnya, Demokrat dan PKB, berpandangan sebaliknya.
Sampai berita terakhir, skor adalah 9-0, mengenai aliran dana, (sumber).

Tapi, skor tinggal skor....
Peluit panjang belum ditiup...
Masih banyak peluang bagi para lobi-ers untuk mengatur skor akhir pertandingan.

Pertanyaannya, apakah Century bakal menjadi kasus calciopoli seperti di Serie A Italia, ataukah hati nurani yang bicara ?. Berat memang... Siapa coba yang tidak ngiler jika ditawari jadi menteri.

Minggu, 14 Februari 2010

Antara Angpau, Coklat, dan Air...

Hari ini, tanggal 14 Februari, ada beberapa hal yang menjadi wacana di masyarakat Indonesia yang kebetulan juga menjadi awan pengganggu otak saya. Tiga hal diantaranya adalah masalah Angpau, Coklat, dan Air. Yah, memamng, tidak hanya 3 hal itu saja. Dunia ini masih disibukan oleh persiapan nonton bareng Milan vs MU, atau tragedi Lolito di Lazio. Atau mungkin reality show kasus Antasari yang akhirnya divonis. Namun, marilah lupakan sejenak, kita liat 3 fenomena tahunan tersebut.

Angpau : Di benak manusia yang normal, saat mendengar kata angpau, pasti akan langsung di-instansiasi objek yang bernama Imlek dengan alias tahun baru cina. Dengan beberapa inherit atau anak turunan kelasnya Barongsai dan kembang api. Menurut narasumber yang saya wawancarai saat mata kuliah organisme komputer berlangsung, di kala imlek, orang-orang akan melakukan sembahyang di klenteng, vihara, atau gereja tergantung kepercayaan mereka. Hal ini dilakukan di pagi hari. Kalau saya sendiri, pas imlek ini dimulai dengan mengikuti pansus untuk menangani sebuah kasus yang sudah berdampak sistemik. Mungkin akan berjalan 5 minggu ke depan, dengan default rapat hari Minggu pagi jam 8. (tears).

Selanjutnya, pada malam hari, mereka (karena saya tidak bisa datang) akan mengadakan semacam makan-makan atau kembang api. Dan jelas, akan ada barong sai di kawasan tertentu. Dan, kita, maksud saya kalian, jika menonton barongsai, seharusnya atau sewajarnya memberikan semacam amplop merah ke mulut barong sai. Amplop ini yang orang awam sebut dengan nama "Ang pau". Entah apa artinya, cari sendiri saja.

Ngomong-ngomong tentang merah, ternyata menurut desas-desus atau mungkin kenyataannya, warna merah merupakan warna keberuntungan bagi warga Cina. Mungkin hal ini pula yang mengakibatkan MU, Arsenal, Liverpool, AC Milan, AS Roma, Korea Selatan, Rusia menggunakan warna merah sebagai warna dasar kostum tim sepakbola mereka, sehingga beruntung menjuarai Liga domestik, kontinental, atau tampil mengejutkan di berbagai ajang. Tapi, mungkin hal ini bukan kebetulan. Konon, menurut riset, warna merah memberikan semangat juang yang luar biasa bagi sang pemain.

Mungkin, hal ini juga mengilhami warna salah satu partai politik sehingga mampu menjadi salah satu anggota trio kwek-kwek di negara saya. Entahlah...

Coklat : Mungkin, jika kita mendengar kata "Coklat" saat ini, pasti otak kita akan melakukan rangsangan ke bagian memori yang menyimpan kata-kata "Valentine". Apakah ini hal yang wajar ? Jawabannya belum tentu. Mungkin, jika kita analogika dengan Imlek yang akan penuh warna merah, maka saat valentine, aka penuh warna coklat. Baju coklat, celana coklat, topi coklat, dan tas coklat. Jadi, valentine di sini bisa diartikan jambore pramuka internasional. Itu salah satu ketidak wajaran berfikir, tapi benar kan ?

Tentang valentine ini, saya jadi kepikiran mengenai sebuah teori konspirasi sutau kelompok tertentu yang ingin menguasai dunia melalui makanan bernama coklat, walaupun kadang-kadang tidak berwarna coklat. Mungkin, ada sebuah kelompok yang melakukan propaganda, bahwa valentine = coklat, sehingga kelompok tersebut akan menguasai dunia ini dengan keuantungan yang luar biasa dari royalti atau waralaba merk "Coklat". Bayangkan saja, mulai dari coklat jago, b*ng-beng, g*ry pasta, tobl*rone, silverque*n, cadbur*y, dan lain-lain adalah produk yang biasa kita sebut coklat. WOW... Semisal tiap produk si kelompok tadi mengambil royalti 1% saja, sudah berapa triliun coba ?

Mungkin sudah cukup untuk mencapai rekor Century, atau rekor film Avatar. Apalagi, pas tanggal 14 ini, mereka panen besar. WOW lagi... Jadi, hati-hati saja... Ini merupakan sebuah konspirasi luar biasa yang benar-benar mencuci otak hampir 2 x sekian penduduk dunia (karena sepasang).Tapi, sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa menyadarkan kita, maksud saya kalian yang tercuci otaknya. Misal, kenapa harus beli coklat ? bukankah coklat bisa bikin gemuk, ketagihan, gigi berlubang, kemiskinan, dan perceraian ? Atau fakta lain, hari valentine hanyalah sekadar penghapus dosa "lupa menyayangi" selama setahun lampau.

Cek saja, apakah pasangan anda masih memberi coklat yang dibeli di Indomar*t selain hari valentine ini ? Masak kita cuman ditunjukan rasa sayang sekali selama setahun ? Masih mending kalau coklat yang dikasih coklat mahal, kalau cuman beng-b*ng ? Salah satu solusinya, ya bikin aja tiap hari ini serasa hari valentine. Tapi, kalau makan coklat tiap hari, bisa membusuk gigi dan lambung kita. Jadi gak usah pake valentine sama coklat deh... Ganti aja sama tahu tempe atau sayur nangka bikinan sendiri, pasti lebih berkesan dan yang jelas, dompet tetap gembung...

Selanjutnya, saya jadi kepikiran untuk menjadikan semacam hari valentine, misal saja hari lahir saya, 13 Juli sebagai hari tertawa. Jadi, di hari itu, gak boleh ada manusia yang nangis, mewek, berlinang air mata, atau hati pundung. Mungkin nama hari-nya Hari Sunni. WOW... Keren lah... Jadi, minimal sudah berguna bagi dunia, nyumbang nama...

Terakhir, Air :

Salah satu dari 4 elemen dasar orang Yunani kuno atau orang-orang illuminati bahkan si Avatar A'ang. Kenapa ada air di postingan ini ? Yah, intinya, Indonesia sedang dilanda bencana tahunan, banjir. Mungkin, baru kali ini saya melihat banjir sampai di atas dengkul atau lutut dengan mata kepala saya sendiri (majas pleonasme). Karena, rumah saya di Bantul secara teori tidak mungkin banjir, dataran rendah yang miring. Lalu, saat di SMA Semesta, mungkin bisa banjir, dengan syarat Semarang menjadi anggota baru laut Jawa. Tapi, kemarin Sabtu, saat ke SMA N 8 Jakarta, saya baru liat, banjir yang nyata. Tapi tidak terlalu ekstrim, karena pernah mencapai lantai 2. (worship). Itu kata guru-gurunya. Lalu, tadi siang, saat pulang dari acara pernikahan alumni, ada abnjir juga, memang tidak telalu parah. Tapi, banjir is banjir gan... Kalau lihat di TV, gak bakal dapet feel banjir yang sebenarnya. Musti turun ke lapangan. Bayangin aja, PC 20 juta anda kena air, atau LCD tanpa tombol ON-OFF anda jadi berkarat. Jadi, JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Apalagi di daerah jalan Cisitu Merdeka. Argh... (gambar kalo sempet menyusul, spe*dy lagi tewas...)

Pesan : Kalau gak dapet coklat valentine, bilang aja, takut dicuci otaknya. Kalau masih gak ngaruh, beli sendiri, kirim via pos ke alamat sendiri, dengan nama pengirim Arumi Baschin atau Zakiah Nurmala... Saya juga mengakhiri hari valentine kali ini (masih) tanpa ngemut coklat kok.

Jumat, 05 Februari 2010

Saat Kuncup Melanda

Hari ini di ITB ada yang namanya ITB Fair. Semacam acara fair-fair gitu. Tapi, entah kenapa, dari kemarin sore, perasaan hati gak enak terus. Mana badan juga lagi gak beres, semacam masuk angin gitu. Kemarin, niatnya ke kampus buat bantu-bantu stand HMIF di ITB Fair. Tapi, apa daya, badan KO, hati melayang. Pulang deh...
Sampai asrama pun, gak bisa mikir secara bener, apalagi melakukan hal-hal manusiawi. Akhirnya, ngeloyor tidur. Bangun-bangun udah jam 20.30. Saatnya rapat buat persiapan maju ke MPA besok malem, mau memberikan LPJ Kaderisasi semester 1 sekaligus mengajukan proposal kaderisasi semester 2. Susauh ya? gak juga sih, tapi susah juga. Apalagi kalau jadi ketua-nya, harus punya komitmen tinggi, wedew...

Pas rapat juga gak semua datang, masak dari 13 manusia yang jadi panitia, cuma 5 batang hidung yang muncul. Selain itu, dari 8 makhluk lain, cuma 6 yang pakai ijin, yang 2 ngilang entah kemana. Padahal agenda rapat kali ini super penting, yaitu menyamakan persepsi antar divisi dan membuat standar IP minimal yang harus dicapai oleh para capeng sebagai syarat direkomendasikan untuk menjadi penghuni. Susah juga jadi penghuni.

Rapat akhirnya tetap berjalan meski gak lengkap, dan pas rapat malah jadi curcol... Ini yang menarik dan selalu memberikan hasrat buat rapat, rasa kekeluargaannya gak nahan bos...

Mungkin, setelah rapat, agak mendingan perasaan hati ini, tapi pas bangun, kok muncul lagi gulma hati itu. Udah memaksakan diri buat mandi pagi buat ke kampus untuk ikut ng-stand. Tapi kok rasa hati sangat tidak mengenakan. Terus, beberapa saat mikir, akhirnya memutuskan untuk tidak ke kampus dulu sampai ujud hati kembali utuh. Sambil ngilangin eneg di hati, aku nge-net, browsing dkk lah... Mau ngoding? wew... it's not the right time, i think....

Sambil mendengarkan radio Swara Gama via streaming, sambil relaksasi otak, mengenang keramahan suara penyiar jogja, mulai mikir secara normal. Tapi kok pemulihannya berjalan lambat? Mana HP bunyi mulu. Aduh, aduh.... Akhirnya daripada nonton Kamen Rider Kabuto, mending agak produktif dengan nge-blog... Ganti template ini...

Tapi teringat pelatihan Emotional Intelligence kemarin, jadi malu. Saatnya dipraktikan :
Sunni Kamu Bisa!!!, Kamu Pasti Bisa!!!

Saat kuncup menyerang, kutulis postingan ini..

Kamis, 04 Februari 2010

ITB FAIR jadi hot thread gan....


Sekedar berbagi saja, ini lho di kaskus yang menjadi salah satu referensi ilmu pengetahuan saya, ternyata :

ITB Fair 2010, jadi hot thread....

yah, walaupun gak ikut jadi panitia, tapi bangga juga lho...


ini threadnya

kalo mau liat langsung, cek ini

Bangga gan!!!!!!!!!!

Selasa, 26 Januari 2010

Sebuah Solusi Permasalahan Umat Manusia

Apakah pernah anda terbayang, seandainya sedang bermain sepak bola di stadion megah, ditonton ribuan penonton di stadion dan jutaan lainnya via layar kaca, dan anda merasa harus kencing? Misalnya saja kayak kejadian ini :

kalo gak jelas, cek di TKP aja...

Selain kasus itu, masih ada lagi kasus-kasus semacam, pas sedang sidang TA kebelet, pas ujian kebelet, pas lagi jalan di Catwalk kebelet, atau pas keadaan penting lain dan sedang kebelet...

Nah, pas kemarin jalan-jalan sembari window shopping, walaupun cuman ke Indomar*t, ane dapet pencerahan buat masalah di atas. Ini gan :

















Masalah harga :
Kalau mau liat secara lebih jelas :


liat gan, ukuran M, jadi pasti ada ukuran L, XL, XXL, atau XXXL. Tapi mungkin itu diperuntukan yang merasa ber-kuncup besar.

Salah satu konsumennya gan, orang terkenal lho :



















kalo gak percaya cek ke TKP gan

iya gak?

Mungkin, ini bisa jadi salah satu solusi buat masalah-masalah kehidupan kita. Apalagi, produk2 ini udah tersebar secara waralaba alias franchise. Salah satu agennya, ada di deket Rektorat ITB alias Annex, strategis gak?

NB : ada cara pemakaian juga kok, jadi tenang aja buat pemula

Senin, 25 Januari 2010

Tradisi Saat Ganti Semester di Kampus Tercinta

Untuk kali ini, mau berbagi cerita kehidupan di ITB nih. Baru-baru ini, para mahasiswa mulai meninggalkan semester ganjil ke semester genap. Ada banyak cerita yang terjadi di masa-masa itu. Mungkin, saya juga mengalami. Tapi, mungkin facebook alias FB bisa bercerita lebih banyak...
Berikut, ada beberapa hasil crop-crop-an halaman facebook beberapa temen saya, (dengan identitas yang disamarkan, agar tidak dituntut pencemaran nama baik atau pembunuhan karakter). Monggo di cek....

Kata kunci : IP, Perwalian, DNA, daftar ulang, tolol

setelah melewati segala hantama ujian dan kroco-kroco nya, saat transisi semester, para pejuang di kampus mungil ini menanti hasil yang mereka tanam selama satu semester. Jelas, saat-saat penantian ini adalah momen yang tepat untuk mengganti status FB, seperti yang nampak berikut ini

Setelah hasil sudah keluar, ada yang puas seperti berikut ini :


ada juga yang super bersyukur dengan sangat mendalam

Tapi, ada juga yang merasa diperlakukan tidak adil, seperti sebuah scene dalam halaman FB yang lain...

Akhirnya, selalu saja mencoba menyalahkan orang lain. Memang sifat dasar manusia pada umumnya, tidak mau disalahkan. Contohnya :



Selain itu, IP ternyata juga bisa jadi sumber penghasilan, syarat beasiswa misalnya. Oleh karenanya, kalau IP gak masuk kriteria, hilang sudah harapan mengucurnya beasiswa itu, misal saja



santai aja gan....!!!

Setelah berurusan dengan semester lalu, kita mulai menginjak ke semester selanjutnya. Dan, syarat utama nan mutlak adalah, mengisi FRS, semacam rencana studi. Nah, sebagaimana manusia pada umumnya, jarang yang punya pendirian dan ingin nya ikut sana-sini, alias makhluk sosial. Jadi gini deh,



Biasanya untuk kasus mata kuliah pilihan, atau menuh-menuhin sks...

Selanjutnya, muncul kasus kayak gini,



padahal udah semester 3, masih aja...
Semua itu gara-gara





Namun, akhirnya, disetujui juga sama dosen wali. Walaupun, sempet ditolak juga.



Dah, itu secuil cerita dari kampus ane... Moga-moga gak ada yang tersinggung atau menyinggung... Yang jelas, ini bukan hoax atau konspirasi. Cuman pengen berbagi...

Selasa, 19 Januari 2010

Calo = Agen Perjalanan yang ilegal atau Agen perjalanan = Calo yang dilegalkan ?

Baru-baru ini saya melakukan perjalanan dari Bandung ke Jogja, dengan menggunakan kereta api ekonomi. Saat saya masuk stasiun Kiara Condong, saya dihampiri seseorang yang menawari saya tiket duduk. Yah, inilah yang biasa orang sebut Calo. Karena tiket yang tersedia tinggal tiket berdiri, maka saya putuskan untuk beli tiket dari calo tersebut. Hal ini saya ambil berdasarkan perhitungan. Dalam waktu yang cukup lama, saya harus berdiri dengan resiko kelelahan yang cukup besar dan selanjutnya resiko kehilangan barang  bawaan yang cukup besar juga. Jika dibandingkan dengan tiket yang lebih mahal 9 ribu, maka saya rasa itu cukup adil. Sekedar informasi, tiket normal dijual seharga 26 ribu, sementara si calo menjual 35 ribu. Sehingga, kalau dipersentasekan, 9ribu/26ribu = 35%

Kemudian saya teringat suatu hal. Dulu, saya juga pernah membeli tiket travel di sebuah agen perjalanan. Dan selisih yang saya harus bayar adalah 25 ribu. Dengan fasilitas hanya kemudahan membeli tiket. Walaupun tidak terlalu signifikan. Memang, kalau dipersentase, kenaikan harga dari agen tersebut sekitar 25ribu/150ribu = 16%.


Sekarang, mari kita bandingkan kedua cara melakukan pembelian tiket ini :
1. Kedua cara memudahkan kita untuk membeli tiket tanpa harus mengantri.
2. Kedua cara memungut "uang jasa" untuk ongkos sebagai pemasukan mereka.
3. Untuk Calo, kita bisa membeli barang yang sudah tidak ada di pasar legal, sementara untuk agen, kita hanya bisa membeli barang yang masih ada di pasaran.
4. Agen merupakan bentuk usaha yang legal, sementara calo merupakan bentuk usaha yang konon di-cap tidak legal.

Yang dapat saya tangkap di sini, perbedaan sebenarnya dari kedua jenis media di sini adalah, cara mereka mendapatkan tiket atau barang.
Untuk calo, mereka membeli barang sebelum ada penawar, kemudian menawarkan kepada yang membutuhkan.
Untuk Agen, mereka membeli barang setelah ada penawar.

Sekarang, kita perhatikan, apa yang salah di mata calo? Saya rasa tidak ada yang signifikan. Mereka hanya mengambil langkah "gambling". Sehingga wajar jika mereka perlu mengambil untung lebih besar. Kecuali, jika si calo berniat buruk. Maksud dari niat buruk di sini adalah, si Calo menjual dengan harga yang tidak masuk akal, dengan memanfaatkan "kebutuhan mendesak", sementara tiket di pasaran sudah habis. Merekas sanggup memonopoli pasra tiket.

Jadi, tidak ada bedanya antara Calo baik hati dan agen. Namun sayangnya, kita terlalu sering bertemu dengan calo yang tidak baik hati. Sehingga, kita telah menge-cap mereka sebagai kriminil.

Tapi, jika kita mau merenung lagi, calo itu sebenarnya tumbuh dari hal yang menjadi momok Indonesia, kemiskinan, kemudian kekurangan lapanangan pekerjaan. Sehingga, mereka "membuat" lapangan kerja mereka sendiri. Mungkin, sebenarnya mereka hanya ingin jadi agen perjalanan saja. Tapi, dikarenakan tidak adanya sumber penghasilan yang lain, dan merasa menjdai calo adalah hal yang "nyaman", mereka akan ketagihan dan akan terus melakukannya. Berubahlah calo baik hati menjadi calo yang tidak baik hati.

Sekali lagi, jangan percaya apa yang anda dengar, karena tidak ada sesuatu yang pasti benar, selain matematika dan agama tentunya. Termasuk tulisan ini.

Sabtu, 16 Januari 2010

hei anak ITB, yakin mau jadi entrepeneur ?

Prolog :
entrepeneur di sini, lebih mengarah ke bidang bisnis.

Sekarang ini, banyak sekali yang mendewa-dewakan yang namanya entrepeneur. Banyak yang bilang, kalau jadi entrepeneur kita akan lebih nyaman, bisa bantu orang lain dapet kerjaan, tidak disuruh-suruh, dan lain sebagainya. Oleh karena euforia itu, banyak sekali pelatihan-pelatihan mengenai entrepeneur ini, atau bisa juga diselipkan di sebuah diklat, kaderisasi, ceramah, dan lain sebagainya. Namun, apakah pilihan untuk menjadi entrepeneur ini sudah tepat ? Ini saya berikan beberapa pertimbangannya.
1. Seorang entrepeneur, harus memulai usahanya dari bawah. Dari nol. ini akan menjadi sebuah hal yang sulit. Apalagi untuk manusia-manusia bermental instan. Memang, jika kita memulai dari hal kecil, kita akan dapat feel-nya. Itu konon. Dan saya juga setuju. Namun, apakah kita bakal kuat memulai dari awal itu? apalagi di jaman krisis kepercayaan ini. Wedew...
2. Sebagai mahasiswa ITB, yang katanya paling mendewa se-Indonesia, kita dicekoki dengan banyak ilmu, dan itu sudah terfokuskan. Yang elektro ya belajar elektro, yang teknik kimia ya belajar teknik kimia, dan seterusnya. Nah, seandainya, banyak mahasiswa ITB jadi pebisnis, siapa coba yang mau menggantikan posisi-posisi yang seharusnya anak ITB tempati? Apalgi kalau kita bisnis di bidang yang semua orang bisa lakukan, makin dosa aja kita.
3. Kita ini, terlalu bermimpi mengawang-awang. Kita terlalu bermimpi se-akan-akan, semua hal di entrepeneur itu merupakan tantangan. Iya kalau bisa. Kita terlalu dicekoki dengan kisah sukses para pebisnis. Sekarang, coba hitung berapa kemungkinan sukses yang usahanya kita mulai dari nol? Coba liat pebisnis yang gagal lah minimal.

Mungkin itu hanya beberapa saja pertimbangan.

Nah, mengkritisi tanpa memberi solusi adalah sampah. Berikut saya berikan beberapa saran dari saya.
1. Jadilah entrepeneur di bidang yang anda geluti. Buat apa negara mensubsidi kita untuk kuliah di jurusan yang kita pilih, jika kita "berkhianat" dengan ilmu kita?
2. Jangan berbisnis sebagai distributor produk dari luar negeri. Hal ini sangat menyiksa produsen dari dalam negeri dan menghambat pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Labih parahnya, kita hanya akan jadi konsumen sepanjang masa.
3. Sebaiknya, jadilah produsen yang baik. ada banyak lahan usaha yang bisa kita kuasai di dalam negeri. Misal saja, pintu geser otomatis di mall. Asal tahu saja, pintu itu dihargai 40 juta. Dan, sebenarnya anak Indonesia mampu untuk membuatnya, apalagi anak ITB. Tapi, ironisnya, pintu semacam itu disikat orang Australia. Sekarang, siapa yang salah? Belum lagi masalah Freeport atau blok Cepu.
4. Walaupun tidak menganjurkan berbisnis ria, tapi jangan pula mengabdi pada perusahaan asing. Memang, hanya orang naif saja yang menolak bekerja dengan gaji luar biasa besarnya. Bekerja di perusahaan asing, boleh-boleh saja. Asal, jangan lama-lama. Mending, kerja selama 3-5 tahun, lalu keluar setelah menyerap ilmu. Di sini, ilmu kita akan ada gunanya. Nah, setelah keluar dari perusahaan, lakukan saran nomer satu di atas...

Jadi, jangan lah terlalu berfikir bahwa entrepeneur adalah jalan hidup paling hebat. Janganlah munafik. Hidup ini berat crut...

epilog : Jangan telan mentah-mentah semua informasi dan saran yang masuk ke kita. Berfikirlah sebaliknya. Jangan mudah percaya dan terpengaruh. Berlaku untuk postingan kali ini juga...

Minggu, 06 Desember 2009

How to think about something?

Sebenarnya, postingan kali ini tidak lebih dari sekedar luapan hati, (duh bahasanya), saya. Saya dapat ide buat nulis tentang ini, berawal dari ujian tengah semester, sebuat saja UTS, di jurusan saya. Cerita bermula dari hasil-hasil UTS yang keluar. Tidak terlalu bagus memang, yah minimal di bawah ekspektasi saya. Yang jadi perhatian saya adalah hasil UTS untuk tiga mata kuliah Sebelumnya,saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada yang merasa tak berkenan. Saya sungguh menaruh hormat pada beliau-beliau ini.

Dari ketiga mata kuliah tersebut, saya tergetkan dapat perfect, bukan sekedar A. kenapa? Karena ketiga mata kuliah itu sudah terselami jauh sebelum masuk dunia perkuliahan. Namun, di mana bumi dipijak, disana lah langit dijunjung. Hasil dari ketiga mata kuliah itu, jauh dari sempurna, bahkan ada yang parah, jauh di bawah rata-rata, (spoiler, rata-rata 80an, saya 62). Kenapa hal ini bisa terjadi? Saya juga tak habis fikir. Setelah saya cross-check ke dosen yang menganugerahi nilai tersebut, ada beberapa hal yang menjadi alasan :

  1. Jawaban yang saya berikan tidak sesuai langkah di buku, padahal tidak ada keterangan di soal harus menggunakan metode A atau B. selain itu, alur jawaban saya logis, bahkan hasil akhir juga sama. Ada pendapat ? bukankah banyak jalan menuju Roma? Bahkan saat perkuliahan, dosen tersebut juga pernah mengatakan pepatah serupa.
  2. Yang ini, istilahnya, official
    solution-nya kurang global dan tidak mencakup semua kemungkinan. Hal ini juga aneh. Memang, yang menjawab secara global hanya 3 mahasiswa, dan yang selesai semua kasus, hanya satu, saya. Dan saya pun dapat nilai penuh. Tapi, yang saya agak kecewa, kenapa soal itu tidak dianulir? Kenapa saya minta dianulir? Karena 1 teman saya yang tidak selesai itu tidak dapat nilai penuh, kecil bahkan.
  3. Kesalahan sepele, pengurangan luar biasa. Dalam salah satu jawaban saya, ada hal kecil yang membuat nilai menjadi 5/25. Yaitu salah menginput nilai. Maksud saya, saya menulis P(A) = ½, tetapi di bagian bawah, saya menulis P(A) = 1/5. Memang, ini kesalahan fatal. Tapi, harusnya, pengurangan nilai-nya tidak se-lebay itu.
  4. Soal multi-tafsir. Sebenarnya, seandainya soal diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan sesui konvensi, kalimat "antara x sampai dengan y", berarti "x" dan "y" tidak masuk hitungan. Antara = "between". Tapi, ketika saya melakukan moderasi, beliau beralasan tidak mau mengganti, karena nanti perlu merubah semua nilai, dan menanyakan pada saya, kenapa tidak bertanya tentang maksud soal ke pengawas. Saya punya alasan kuat, karena itu sudah konvensi. Dan kenapa tidak ada keterangan dari pembuat soal. Selain itu, di lembar jawaban saya sudah saya berikan asumsi mengenai pengertian saya. Namun tetap saja tidak ter-iya-kan.
  5. Jawaban saya menurut penilai tidak selesai. Yang sebenarnya terjadi, jawaban saya sudah sampai pada fakta yang telah dibuktikan di perkuliahan. Apakah itu salah?
  6. TAMBAHAN. Seringkah kita menemukan dosen atau guru yang ngotot ketika melakukan kesalahan di saat mengajar dan dibenarkan oleh anak didiknya ?
Yang jadi focus saya adalah, "jawaban yang tidak mengikuti prosedur buku". Hal ini menurut saya, adalah sebuah penghambat kreativitas. Hal ini langsung terbukti ketika ujian ke dua dari salah satu mata kuliah tersebut. Demi memperoleh hasil yang sesuai, dan masih sangat jelas terpaku di otak saya, tentang "nasihat" : "ikutilah buku nak…", di kala ujian, yang ada di kepala saya hanyalah buku, buku, dan buku… tidak ada analisis yang seperti biasa saya lakukan. Padahal, soal-soal yang diberikan sangat jauh dari sukar. Dan akhirnya saya paham. Cara berfikir yang berubah-ubah tidak lah bagus. Seharusnya, kita bebaskan paradigma kita untuk bergerak, berlari, dan terbang bebas. Jikalau hanya mengejar "ABS" aka "asal bapak senang", sangat lah naïf. Tiap-tiap orang punya cara berfikir masing-masing. Dan menurut saya, itulah harta terbesar mereka. Tak ada gunanya meng-copy-paste cara berfikir orang lain. Seharusnya, tiap-tiap orang punya kemampuan dan cara berfikir yang seimbang. Selama tidak melenceng dari norma-norma yang berlaku.

Mungkin, hal ini lah yang menjadi salah satu akar masalah bangsa ini. Terlalu patuh pada yang lebih berkuasa. Entah benar atau tidak. Hanya Dia yang bisa menjawabnya.

Dari kejadian selama UTS tersebut hingga saya menge-post ini, ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Diantaranya tentang prinsip hidup, kepuasan hati, dan saya menemukan target minimal yang harus saya capai selama di bangku perkuliahan ini : mengalahkan dosen mendewa. Harus saya akui, beliau sangat lah hebat di bidangnya. Beliau bahkan terkenal sampai ke universitas lain. Pengabdiannya sangat lah mendewa. Dan seterusnya.

Oke. Saya kira hanya segini saja, semoga saya bisa mengambil hikmahnya, dan siapa tahu ada yang baca dan terinspirasi, walaupun agak tidak mungkin.

Sabtu, 28 November 2009

Post Script Idul Adha 1430 H

hohoho....
baru kemarin kita merayakan hari Raya Idul Adha. Pasti udah pada puas makan sate, tongseng, sop buntut, lidah goreng, apalah itu... Tapi adakah yang gak kebagian daging? wew, kasian nian....

sekedar berbagi kisah nih crut...

jumat pagi, seperti yang sudah disunnahkan, aku sholat ied nih, di AGP, tahu gak ? AGP itu kayak penginapan, orang-orang ada yang maggil (kayak manusia aja) Pusdiklat Geologi... para warga di sini udah nglaksanain sholat ied sejak 14 tahun yll, di AGP...

situasi pas sholat crut..

jamah pria














jamaah wanita...
abis itu, kita warga BG melakukan apa yang disebut foto bareng... sek ini crut..
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs099.snc3/16644_1210051664021_1610612313_30521056_270360_n.jpg


di BG ada juga tradisi potong kambing, tapi iuran... buat dimakan bareng2 dan dikasih ke karyawan..
ini si kambing yang terpotong...


















habis Jumatan, kita makan bareng-bareng itu kambing, tapi gak sempet ngambil gambar... kasian bgt lah aku... tar aku cari ya crut...

kita dong, aman, terkendali...
ini berkat kerjasama dari berbagai pihak... cek ya crut...


















itu posternya, yang di bawah itu para kompatriot pelaksananya : ada 
Miftahul Khoir,
Gamais ITB, gamais.itb.ac.id/
Kammamuki ITB, 
Botram, 
Bale', 
Asrama Bumi Ganesha, 

ini pelaksanaannya crut..

rapi, dan tidak ada kerusuhan...

ini saat makan sate plus gule, mantap crut...

bis adisimpulkan no kerusuhan...


terus, malemnya, kita (maksud saya, BG 08), melakukan apa yang disebut bakar sate...
ini TKP nya crut...






mantap gak? jawabannya gak, itu sebenernya, sate kurang matang... atau bahasa kerennya RAW... tapi apapun itu, patut disyukuri... sip lah...!!!

Jumat, 27 November 2009

Situs Mendewa 1





kalau ada judul "Situs Mendewa", itu artinya aku baru nemu sebuah situs yang mendewa,
untuk kali pertama ini, situs yang saya anugerahi mendewa adalah, http://www.math.hmc.edu/funfacts/random/

kenapa mendewa? ini aku kasih sedikit remah-remahnya :
- situs ini membahas tentang matematika dari segi kerennya, terutama untuk link di atas. link itu membeberkan banyak fakta-fakta menarik tentang matematika.
- contoh fakta-fakta menarik :
>>>bagaimana cara menghafal digit-digit di bilangan phi di luar kepala
>>>trik-trik lelucon matematika (misal untuk sulap), lihat di artikel "binary card trick"
>>>kehebatan angka 1089
>>>scrablle identity
>>>perfect shuflles
>>>dan masih banyak lagi

-beberapa ekspresi matematika menarik, misal :
>>>Arctan(1) + Arctan(2) + Arctan(3) = phi
>>>music math harmony
>>>pembagian dengan 7,

-beberapa "tipuan" matematika, misal :
>>>membuktikan semua kuda berwarna sama,
>>>1 = 0

-beberapa paradox matematika (kalau merasa kuat, silahkan coba)
-teorema-teorema mendewa (khusus yang berpengalaman).


itu adalah beberapa contoh isi situs ini, fitur lain adalah
>>situs ini juga membagi artikel-artikel yang ada ke beberapa bagian matematika, misal kombinatorik, kalkulus, teori bilangan, topologi, probability, geometri, dan lain-lain.
>>situs ini juga membagi ke beberapa level kesulitan, easy, medium, dan expert. Jadi yang masih lemah bisa pilih mode easy, yang udah ngrasa mendewa pilih expert, dan yang tak tahu diri (gak tahu di level mana, pilih "any").
>>tersedia juga cara penyampaian agar cara penyampaian ke orang bisa kelihatan keren namun memahamkan.
>>ada juga alasan matematika di balik artikel ini, jadi gak cuman sekedar omongan politikus
>>ada juga ilustrasi untuk artikel yang memerlukan ilustrasi, misal Hairy Ball Theorem

pokoknya keren dan mendewa ini situs.

oh iya, situs ini punya Harvey Mudd College Math Department,
untuk spoiler nya  


spoiler lain :


Rapat Anggota Asrama Bumi Ganesha (Pengajuan Proker BP 28)

Prolog (boleh diskip)

Catatan : BP = Badan Pengurus, salah satu elemen struktur organisasi Asrama Bumi Ganesha bagian Eksekutif.

Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, Asrama Bumi Ganesha adalah sebuah asrama yang mandiri, mandiri dalam segala hal. Selain itu, terdapat pula sebuah struktur organisasi dalam asrama ini. Nah, dalam struktur organisasi Asrama Bumi Ganesha, kekuasaan tertinggi dipegang oleh Rapat Anggota. Rapat Anggota ini sangat sakral bagi penghuni BG. Perizinan hanya diberikan pada kasus-kasus tertentu, semisal urusan keluarga yang penting, akademik, kesehatan, dan agama. Untuk keperluan lain, sangat susah. Seandainya ada penghuni atau capeng yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, akan ada konsekuensi tersendiri.

Kembali ke Rapat Anggota. Rapat Anggota biasanya mempunyai agenda pengajuan program kerja kepengurusan baru, pengajuan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), atau saat-saat genting yang memerlukan persetujuaan seluruh penghuni. Peraturan mengenai Rapat Anggota ini tercantum di AD/ART KAM Bumi Ganesha.

Nah, postingan kali ini akan menceritakan jalannya Rapat Anggota yang terbaru, yakni pada tanggal 22 November 2009. Rapat Anggota kali ini mempunyai dua buah agenda. Yang pertama, agenda tentang lanjutan Rapat Anggota sebelumnya mengenai laporan Pertanggungjawaban BP 27 (BP sebelumnya). Kenapa harus dilanjutkan ? Hal ini dikarenakan pada pengajuan LPJ sebelumnya, massa asrama (atau sebut saja penghuni asrama) tidak merasa puas dengan LPJ tersebut. Untuk bagian ini, kita lewati saja…

PROKER BP 28

DEPARTEMEN INTERNAL :
1. BKP (Biro Kekaryawanan dan Pemeliharaan) : ini adalah biro yang mengkoordinir para karyawan agar bekerja sesuai dengan peraturan. Biro ini adalah biro yang paling dekat dengan karyawan. Sekadar info saja, di Asrama Bumi Ganesha ada 12 karyawan tetap dan 1 karyawan tidak tetap (baru saja masuk). Karyawan-karyawan ini lah yang menjadi harga mati bagi seluruh penghuni BG. Tidak hanya mengkoordinir, biro ini juga diperlukan dalam pengakraban karyawan dan penghuni, sehingga ada proker-proker seperti rujakan bareng. Selain itu, biro ini juga bertanggung jawab atas pemeliharaan yang terjadi. Mulai dari barang-barang yang ada di asrama, barang milik alumni, dan bangunan asrama itu sendiri. Terakhir, kepala biro ini adalah Ardian Fajar Prasetyawan, Teknik Sipil 2008.

2.BALL (Biro Air, Listrik, dan Laudry) : salah satu deskripsi mudah untuk biro ini adalah, PLN, PAM, dan Manajemen perusahaan laudry digabung jadi satu. Biro ini benar-benar seperti PLN dan PAM. Hal ini diakrenakan, semua masalah listrik dan air diatur oleh biro ini. Bahkan, untuk kepengurusan BP kali ini, akan diadakan yang namanya pembuatan denah listrik dan pengetesan kelayakan air di laboratorium. Cukup mendewa lah… selain itu, biro ini juga mengadakan yang namanya KADAALL (Komunikasi Dua Arah Air Listrik dan Laundry). Anggap saja ini mirip Customer Care biro ini. Benar-benar mendewa… Yang cukup mendapat perhatian adalah, biro ini dikepalai oleh Dwi Joko Susilo Farmasi 2008. Lihat, seorang calon ahli obat akan bergelut dengan dunia elktro, kimia, dan pelayanan…

DEPARTEMEN EKSTERNAL :

  1. Biro RKA (Relasi Kampus dan Alumni) : sebagai asrama yang seluruh penghuninya dari ITB, maka diperlukan pula sebuah biro yang menghubungkan antara asrama dan kampus (rektorat). Apalagi dalam kondisi sekarang terkait wacana perpindahan. Selain itu, biro ini juga mengurusi masalah alumni, maksudnya melakukan hubungan dengan alumni-alumni asrama BG agar tetap terjaga hubungannya. Proker-proker yang cukup mendewa antara lain : beasiswa alumni untuk anak karyawan, kunjungan ke acara alumni misalnya pernikahan, melakukan hubungan dengan rektorat, dan lain-lain. Selain itu, biro ini juga mengurusi masalah hubungan dengan asrama mahasiswa lain, misalnya asrama putrid Kanayakan. Hubungan dengan Kanayakan berlangsung sangat baik. Hal ini diindikasikan dengan seringnya perwakilan masing-masing asrama dalam menghadiri acara asrama lainnya. Biro ini dikepalai oleh Wigati Agdy Surya mahasiswa teknik Elektro 2008.
  2. Biro Sosmas (Sosial Masyarakat) : selain melakukan hubungan ke alumni dan rektorat, asrama juga harus tetap tahu diri ke lingkungan sekitarnya. Maka biro sosmas inilah yang berkewajiban utnuk mengurusi hal ini. Langsung saja, proker-proker yang cukup mendewa biro ini adalah : Donor darah tiap 4 bulan, kunjungan ke rumah ketua RT, memberikan bimbingan belajar gratis bagi anak-anak sekitar, dan yang paling baru adalah proker untuk menginisiasi sebuah kegiatan bersama pemuda sekitar. Jadi, asrama ini tetap sadar lingkungan, bandingkan dengan keadaan kost yang biasanya lupa lingkungan. Biro ini dikepalai oleh Ilham Togi Sihombing, Teknik Geofisika 2008.
DEPARTEMEN EKONOMI :

  1. Biro Toko : jika anda pernah mengunjungi asrama kami, akan terlihat sebuah warung atau took tepat di bagian depan. Toko ini adalah salah satu asset departemen ekonomi. Tidak ada yang berbeda dengan toko lain. Mungkin perbedaanya adalah, adanya akun konstribusi ke asrama di neraca keuangan. Konstribusi toko pada kepengurusan kali ini masih sama dengan tahun lalu, yakni Rp 550.00,00. Kabir (kepala biro) toko, Yuwana Setyabudi, merencanakan perapian manajemen toko, agar tidak ada lagi kekacauan seperti kepengurusan sebelumnya. Yuwana merupakan mahasiswa Oseanografi 2008.
  2. Biro Privat : jelas sekali dari namanya, biro ini merupakan sumber pemasukan asrama dengan mengusahakan sebuah bimbingan belajar. Pengajarnya adalah penghuni asrama, sedangkan target muridnya luas, bisa siswa SMA, SMP, atau mahasiswa. Bahan yang diajarkan pun variatif, tergantung permintaan klien. Untuk tempat, bisa di rumah sendiri, atau terserah. Tergantung permintaa. Begitu pula dengan waktu. Pokoknya asala klien puas lah. Tertarik ? hubungi kepala bironya, Ashadi Budi Aji, Teknik Metalurgi. Atau bisa juga hubungi pemili blog ini, hehehe…
  3. Biro Sewa Lahan dan Kiostel : jika anda mengunjungi asrama, selain toko akan terlihat juga warung makan bu Jawa di siang hari, atau warung pecel lele di malam hari. Selai itu, di ujung timur, ada 4 buah toko atau tempat usaha, misalanya cukur rambut, counter HP, penjahit, dan penjual gorengan. Para pemilik usaha itu merupakan para penyewa lahan di asrama bumi ganesha. Ada biaya yang harus dibayarkan tiap bulannya ke asrama. Oleh karenanya, diadakan pula biro sewa lahan ini. Kabir sewa lahan adalah Andreas Darma Putra Teknik Geodesi 2008. Jika anda tertarik untuk membuka usaha di daerah Cisitu, silahkan ke sini saja… selain itu, biro ini juga mengurusi masalah kiostel yang buka 24 jam di asrama. Wow…
  4. Biro LitBang (Penelitian dan Pengembangan Usaha) : pernah makan di Botram? Atau pernah beli di Gerobak Desperado? Itulah hasil karya biro litbang. Biro ini adalah biro yang mengusahakan usaha baru dan sekaligus mempertahankannya. Ibaratnya, biro ini harus kreatif. Selain itu, masih ada banyak lagi usaha-usaha incidental yang dilakukan. Biro ini juga bertanggung jawab atas lingkungan entrepeneurship di asrama, oleh karenanya, diadakan lomba-lomba usaha di lingkungan asrama. Ingin tahu siapa di balik semua usaha BG ? pelakunya adalah M. Reda Galih P. Teknik Kimia 2008.
DEPARTEMEN PSDM

  1. Biro Rohani Islam : inilah Rohisnya BG. Dengan dikomandoi oleh Silva Berlusconi anak Planologi 2008, ke-"kering"-an di BG tidak akan terjadi. Dengan proker-proker khusus muslim seperti taklim dan Singa BG (Mirp majalah bulanan) Coni akan memberantas semua ke-"kering"-an itu. Selain itu, ada juga proker-proker keren lain, seperti yang baru saja terlaksana, BG potobg kambing dalam rangka Hari Raya Idul Adha. Atau ketika Ramdhan, akan ada yang dinamakan buka bareng se-BG. Buka bareng terenak dan ter-well yang pernah saya rasakan selama di Bandung… hahahaha….
  2. Biro Medkominfo : walaupun namanya Medkominfo, namun biro ini tidak hanya membahas masalah Media Komunikasi dan Informasi saja. Biro ini juga bertanggung jawab atas kelangsungan TPB capeng di asrama. Kenapa? Karena biro ini akan mengadakan turorial untuk UTS maupun UAS bagi TPB. Enak kan? Selain itu, biro ini adalah admin dari web BG, yaitu http://bumi-ganesha.unit.itb.ac.id/. Selain itu, biro ini juga melayani pemasangan internet, mengurusi computer BG, memberikan pengumuman ulang tahun dan prestasi penghuni, da masih banyak lagi… oh iya, biro ini dikepalai oleh Ridlo Wahyudi Wibowo Astronomi 2008.
  3. Biro Kekeluargaan : ini lah biro yang juga menjadi pembeda BG dengan asrama lain. Biro ini bertanggung jawab atas semua acara senang-senang di BG. Misalnya, BG Futsal League yang selalu ditunggu-tunggu tiap musimnya. Lalu ada juga olimpiade BG yang mempertaruhkan harga diri tiap falt. Ada lagi acara 17-an yang wonderful. Yang tak kalah keren, MULAN (Makan Undian Tiap Bulan), sebuah proker yang menggunakan nafsu makan dan kecekatan penghuni sebagai senjata utama. Intinya, makan bareng-bareng tiap bulan. Siapa cepat dia dapat. Selain itu, biro ini juga mengurusi latih tanding BG dengan penantang dunia luar, bisa tanding futsal, bisa juga basket. Semua dilayani. Untuk kabirnya, Gema Mahardika Yogatama, Teknik Kelautan 2008.
DEPARTEMEN KESEKRETARIATAN

Departemen ini tidak ada bironya, secara gambling, biro ini bekerja laksana sekretaris di sebuah oragnisasi. Departemen ini sangat penting, bayangkan, tanpa kesekretariatan, akan terjadi ketidak teraturan yang massif. Tidak ada yang mengurusi surat-surat, arsip-arsip BG, bahkan perpustakaan tidak ada yang mengurusi. Lalu bisa diperparah dengan tidak adanya struktur kepengurusan di RSG. Jadi, biro ini wajib ada. Staff di biro ini adalah Maliki Utama Putra, Biologi 2007.

DEPARTEMEN KEUANGAN

Akhirnya, departemen terakhir, departemen yang juga tidak memiliki biro, departemen paling lama pengajuan prokernya, departemen paling vital bersama ekonomi, yak inilah departemen keuangan. Tugas terbesarnya adalah membuat Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Asrama (RAPBA). RAPBA inilah yang akan dipakai dalam satu tahun ke depan. RAPBA inilah yang menentukan berapa sewa asrama yang harus dibayar, berapa konstribusi yang harus disetor tiap bulan, berapa gaji karyawan, dan semua audit keuangan. Ibarat belajar akuntansi. Mau tahu siapa orang dibalik departemen ini? Dialah, Ismail Sunni Teknik Informatika 2008, sekaligus yang punya blog ini. Sekadar catatan, di RA kemarin, masalah sewa asrama dan konstribusi menjadi pusat perhatian para penghuni. Setelah bertukar pendapat, bermusywarah, membanding-bandingkan semua kemungkinan, pendapat, dan resiko, akhirnya sewa asrama ditetapkan sebesar Rp. 145.000,00. Sangat murah jika dibandingkan dengan kost atau asrama lainnya. Bahkan dengan fasilitas yang jauh lebih baik…



Ahhahaha…. Akhirnya selesai juga…. Intinya, Asrama Bumi Ganesha is the one and only….

Jumat, 20 November 2009

Epilog Out Bound Kaderisasi KAM Bumi Ganesha 2009 part 1


Seminggu yang lalu, tepatnya 14 November 2009, telah dilaksanakan out Bound dalam rangka materi kaderisasi Asrama Bumi Ganesha. Pengkader, atau sebut saja SATPAM (Satuan Pengkader Anak Muda) dan para Capeng 2009 (calon penghuni 2009) melakukan out bound di Jaya Giri-Tangkuban Perahu. Sebuah rute standar yang dilalui minimal sekali tiap tahun oleh warga warga Asrama Bumi Ganesha.
Kita berangkat dai Asrama Bumi Ganesha sekitar pukul 06.30 WIBG. Beberapa saat kemudian, kami sampai di Jaya Giri. Sebelum memulai perjalanan, kami terlebih dahulu melakukan pemanasan dan sedikit yel-yel sebagai penyemangat. Berikut cuplikan kegiatan sebelum masuk ke Jaya Giri.


Foto 1.  4 dari 7 Satpam menatap langit Jaya Giri.



Foto 2. Sedikit mengingat mata kuliah Olahraga di Saraga.
Selanjutnya, kami memulai perjalanan sampai di pos 1. Di pos ini, 2 orang Satpam telah menuggu sembari menyiapkan perlatan untuk permainan.
Permainan pertama adalah mencari kertas ijo yang terlebih dahulu disembunyikan oleh kedua Satpam lemah itu. Kenapa lemah? Karena sangat mudah ditemukan.
Permainan selanjutnya, adalah membentuk persegi sama sisi dengan tali raffia. Namun, bentuk yang dimaksud tidak diketahui oleh semua capeng, hanya 2 orang capeng yang diberi tahu. Bisa. Naik level sekarang. Membentuk segi lima dengan urutan capeng sesuai tanggal lahir. Ini masih ringan, ada sebuah ospek di jurusan X yang minta diurutkan berdasarkan kemampuan otak.
Level terakhir, bikin bentuk bintang dengan tali raffia.
Cukup ribet juga sebenarnya, namun setelah menunggu lama, bisa juga. Berikut hasil yang mereka dapatkan :



Foto 3. Bentuk bintang yang ketabrak meteor. Yang di  pohon itu lemah…
Lanjut…
Tak secapek perjalanan menuju pos 1, kita sampai di pos 2.
Pemandangan di sini sangat wow…



Foto 4. Wow…



Foto 5. Tambah wow…



Foto 6. Manusia lemah…



Foto 7. Manusia kuat…
Permainan 3. Permainan beregu. Tiap kelompok diharuskan membentuk sebuah Queue (teringat struktur data) atau mungkin lebih cocok disebut Link List karena tiap anak diharuskan memegang tangan teman di depan merekan yang dilewatkan selangkangan (maaf). Tapi, game kali ini berat sebelah, hal ini dikarenakan salah satu anggota kelompok KENTUT. Dan kebetulan dia di posisi paling depan yang dengan massif menghancurkan Link List tadi. Berikut foto-foto perjuangan mereka…



Foto 8. Sebelum game…



Foto 9. Saat main…



Foto 10. Masih main…
Agak konyol mereka, dan cukup atau malah lebih dari cukup untuk membuat Satpam ngakak…
Game 4.
Permainan selanjutnya, memindahkan bola ping pong dengan pipa pralon yang diikat tali. Ini permainan sebenarnya agak susah. Susah banget malah. Kenapa? Karena pas diuji coba Satpam malam sebelumnya, gagal terus. Tapi, apa daya, si capeng lebih jago. Total 6 kali masuk lobang. Itu 2 tim saja. Satu tim lain, cupu. Nol besar…



Foto 11. Mereka jago juga….
Selanjutnya menuju pos 3. Sebelumnya, karena ada masalah teknis yang akhirnya dapat ditangani (atau lebih cocok, di-otak-i) oleh satu-satunya Satpam ber-otak, foto yang harusnya ada tidak dapat ditampilkan. Bukan karena apa-apa, tapi emang tidak diambil fotonya. Maklum, manusia….
Last pos… (salah grammar)
Makan siang sambil bagi hadiah buat yang menang…. Gak usah diceritain, langsung aja liat fotonya…



Foto 12. Hadiah buat sang juara… padahal cumin menang tipis…



Foto 13. Makan siang nan nikmat…. Lauknya telor, sayur sepi kuah, bala-bala, dan tentunya, kerupuk…
Habis makan siang, kita istirahat bentar di terminal, saya sebut terminal gara-gara ada bisnya…
Sembari menanti lelah ilang, kita tiduran di rumput… nikmaat crut…



Foto 14. Capeng tepar… lemah mereka…. Ahhaha…
Oke… inilah epilog tahap 1 dari out bound kami. Entar masih ada lanjutannya….